Hell Yeah Pointer 4 Santrijala
SANTRI PERANTAUAN

Senin, 05 November 2018

Kisah Rosulullah dan Sang Lebah




Kisah Rosululloh SAW dan Sang Lebah
 
Lebah 
Pada suatu hari, Rosululloh SAW dan Amirul Mukminin Sayyidina Ali duduk ditengah kebun kurma, lalu ada se'ekor lebah yang terbang disekeliling Nabi Muhammad SAW..

Rosululloh SAW berkata kpd Sayyidina Ali : “Wahai Ali tahukah apa yang dikatakan oleh lebah ini?”

Sayyidina Ali menjawab: “Tidak wahai Rosululloh. .”

Lalu Rosululloh SAW berkata kepada Sayyidina Ali as:

“ Ketahuilah wahai Ali, bahwasan'nya lebah ini sekarang mengundang kita sebagai tamunya, dan berkata bahwa dia telah menyediakan madu disuatu tempat, kemudian Rosululloh SAW memerintahkan Sayyidina Ali untuk mengambil madu tersebut dari tempat itu.”

Sayidina Ali pun bangkit dan mengambil
madu tersebut dari tempat'nya.

Rosululloh SAW bersabda kepada
Sang Lebah :

”Wahai lebah.. Makanan kalian berasal dari bunga-bunga yang pahit, lalu apa yang menyebabkan dia berubah menjadi madu yang manis?”

 Lebah pun menjawab :
 
”Wahai Rosululloh... Manisnya madu ini berkat kami ber'Sholawat kepada Engkau dan keluarga Engkau, karena setiap kali kami menghisap sari bunga, saat itu pula kami menerima ilham untuk bersholawat tiga kali kepada Engkau.


 Dan ketika kami mengucapkan:
"Allohumma Sholli wa sallim 'Ala Sayyidina Muhammad Wa ‘ala Aali Sayyidina Muhammad"


 ”Ya Alloh limpahkanlah sholawat dan salamMu kepada Sayyidina Muhammad dan keluarga Sayyidina Muhammad,”


Maka berkat sholawat kepada Engkau itu lah, madu kami menjadi manis.”

 
Madu Yang Di hasilkan Lebah             
***Di dalam al-qur’an pun Allah swt  menyebut tentang lebah yaitu pada Surat AN-Nahl ,ayat 68,69.



Berikut bunyinya 


 وَاوحى ربّكَ اِلىنّحْلِ ان تّخِذِ يْ من الْجبا ل بيوْ تاً وّمن الشّجر وممّا يعْرشوْ ن          )                                                            An-Nahl 68)

 
Artinya’;Dan tuhanmu mengilhamkan  kepada lebah ,’’ Buatlah sarang di gunung-gunung ,di pohon- pohon  kayu ,dan di tempat –tempat yang di bikin manusia..(AN-Nahl 68)



ثمّ كلّى مِنْ كُلٍّ الثّمرت فاَسْلكي سُبُلَ ربّك ذُلُلأً  يحرُجُ مِن بُطو نِها شَرابٌ مُّختلفٌ الْوا نُه فيه شِفاَءٌ لّلنّا سِ انّ فِيْ ذلك لاَ يةً لقوْم يتفكّرون

)                                              AN-Nahl 69)
 
Artinya; kemudian makanlah dari segala (macam)buah-buahan lalu tempuhlah jalan tuhanmu yang telah di mudahkan (bagimu) .” dari perut lebah itu keluar minuman(madu) di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia.sungguh yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah )bagi orang yng berpikir.(An-Nahl 69).***



Berikut itulah dua ayat yang menyinggung tentang lebah ,supaya kita lebih bersyukur atas Nikmatnya.

Rosululloh SAW pun bersabda:

"PERBANYAKLAH MEMBACA SHOLAWAT UNTUKKU , MAKA AKU AKAN MENJADI SAKSI & PEMBERI SYAFA'AT BAGINYA PADA HARI KIAMAT."

اللهم صل وسلم على سيدنا محمد وعلى ال سيدنا محم

Sabtu, 03 November 2018

Fatwa NU Tentang Rokok



                                                                              ROKOK,

                      jika kita bicara tentang  rokok  tak lepas dari  pro dan kontra fatwa ulama ,
 
Kebun Tembakau Yang Terletak Di Jawa Tengah

Bagaimana tidak “sebagian ulama menberi fatwa "haram ,mubah atau makruh".

Dalam hal fatwa rokok ,NU lebih bijak arif dan fleksibel ,ketimbang "Muhammadiyah" atau MUI(majelis ulama Indonesia).

Para kiai NU juga lebih  "asyik “dan lentur melihat persoalan rokok-merokok ini . 

misalnya ,kalangan ulama salafi fanatic garis keras yang sangat extrem dan kaku dalam melihat rokok dan menghukumi merokok yang mereka anggap  sebagai perbuatan haram dan bid’ah . 

Berbeda dari  kubu-kubu yang secara ekstrem mengharamkan rokok,   NU  ( lembaga /jam’iyah dan 
 jamaahnya ,termasuk para para kiai ,santri maupun pengikut Abangan “Nu dari kalangan non santri –dan non –kiai) tampak lebih elastis dan tidak grusa-grusu(buruburu) dalam melihat persoalan atau fenomena rokok-merokok.
 
Proses Perajangan Tembakau Dan Proses Pengeringan
Para perempuan NU (santriwati,bu nyai ,neng-neng,dan jamaah abangan NU)
 saya perhatikan juga tidak frontal dalam menghukumi merokok dan menghakimi perokok.

Masalh rokok-merokok memang sangat kompleks ,dank arena itu perlu pandangan akurat ,pemikiran mendalam ,dan alas an komprehensif sebelum memberikan status hukumnya.
 
Proses Pengeringan Tembakau Secara Tradisional
Lembaga Bahtsul Masa’il (LBM)  PBNU memberi tiga status hukum  merokok, semua tergantung pada situasi dan kondisi.

Mubah ,Makruh dan Haram.

Mubah kalau merokok di anggap tidak membawa dampak buruk atau mudarat,
 Makruh jika merokok di pandang bisa menimbulkan mudarat tapi relative  kecil dan kemudian 
haram kalau merokok di pandang bisa membawa mudarat yang lebih besar bagi diri sendiri.

Aneka ragam status merokok ini di sarikan,selain dari pendapat-pendapat sejumlah ulama besar seperti (Syekh Mahmud Syaltut,Syekh Wahbah Zuhaili ,atau Syekh Abdurrahman Ba’alawi).

Juga di dasarkan pada pertimbangan –pertimbangan akal-rasional dengan memperhatikan dan menganalisa kemangfaatan dan kemudaratan dari aktivitas merokok .
NU juga mempertimbangkan dengan seksama aspek-aspek kemaslahatan umum dari rokok merokok ini.

NU bukan hannya  mendengarkan informasi sepihak dari kelompok anti rokok tetapi juga mendengarkan dengan seksama suara-suara komunitas perokok ,buruh dan karyawan pabrik rokok ,pedagang rokok dan tak kalah penting nya adalah petani tembakau yang menggantungkan hidup mereka dari rokok merokok ini.
Fatwa fatwa rokok NU yang beraneka ragam itu di jelaskan oleh Kiai Said Aqil Siroj selaku ketua PBNU sebagai berikut ;

Hukum asal merokok itu “mubah”(boleh) tetapi apabila di konsumsi  berlebihan akan menjadi makruh “(makruh itu berada di antara halal dan haram  tetapi lebih mendekati ke arah haram ,meskipun tidak berdosa melakukanya ).

Dan apabila sampai menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan misalnya memunculkan sejumlah penyakit(jantung ,kanker,paru-paru ,impotensi dll) maka hokum merokok menjadi “haram”.


Jadi keharaman atau status haram merokok itu karena suatu “sebab”tertentu (misal nya berpotensi menimbulkan dampak negative bagi kesehatan tubuh ) bukan lantaran rokok itu sendiri secara intrinsic sudah haram.

Maka jika merokok dalam pandangan umat itu di anggap baik ,halal dan memberi mangfaat ,maka status merokok itu menjadi baik dan halal karena mampu memberi maslahat atau mangfaat kepada banyak orang.
 
Seorang Pekerja Sedang Mengeringkan Tembakau
Jamaah NU sendiri adalah jamaah perokok sjati .
Oleh NU ,tulisan larangan merokok alias No Smoking “justru di jadikan sebagai bahan guyonan ; NO (Nahdhatul Oelama) adalah Smoking “ kalau nggak smoking nggak NU .


Kamis, 01 November 2018

Sedekah, Meneladani Sifat Rosulullah Saw



                                                                            Sedekah
                                   Sedekah merupakan amalan yang sangat di anjurkan dalam islam.

Sedekah
Ada banyak dalil dalam AL-Qur’an dan hadist yang menunjukkan ke utamaan sedekah.

Di antaranya adalah Firman Allah SWT dalam surat Al-Baqarah ayat 195.

Yang berbunyi;

 وَآَنفِقُوا فِي سبِيل الله ولاَ تُلقُوا بِآَيديكُم الَى التَّهلُكةِ وَاَحْسِنُوا انّ الله يُحِبُّ المُحْسِنِيْنَ 

                                       (Al-Baqarah 195) 
 
Artinya;
“Dan belanjakanlah (harta bendamu )di jalan Allah ,dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri dalam kebinasaan ,dan berbuat baiklah ,karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik”
                                                                         (Al Baqarah 195) 

   
Ayat ini memerintahkan umat islam untuk selalu berbuat baik dan meng infakkan harta yang di miliki di 

jalan Allah atau untuk kebaikan.

Seperti cerita yang di lakukan rosulullah Saw. 

Beikut ini;

Ketika  Aisyah r.a menghidangkan makanan kesukaan Rosulullah saw yaitu paha domba(kambing).

Rosulullah bertanya ,”Wahai Aisyah ,apakah sudah engkau telah berika kepada Abu Hurairah tetangga kita ?
Aisyah manjawab ,”Sudah ya Rosulullah,”

Kemudian Rosulullah bertanya lagi ,”

Bagaimana dengan Ummu Ayman?

Aisyah kembali  menjawab ,”

Sudah ya Rosulullah,”

Kemudian rosulullah bertanya lagi tentang  tetangga-tetangga nya 
yang lain ,adakah sudah di beri masakan tersebut ??

Sampai Aisyah merasa penat menjawab
Pertanyaan –pertanyaan Rosulullah 

Aisyah kemudian menjawab ,sudah habis ku berikan ,Ya Rosulullah ,yang tinggal apa yang ada di depan kita saat ini,’

Rosulullah tersenyum dan dengan lembut menjawab,

“”Engkau salah Aisyah ,yang habis adalah apa yang kita makan ini dan yang kekal  adalah apa yang kita         sedekahkan.” 

                                                         (HR. At-Tirmidzi)




   Rosulullah saw bersabda,


“kelak di hari akhirat mnusia akan berkata’ inilah harta bendaku  ! padahal tidak ada harta benda yang di perolehnya di dunia kecuali tiga hal, apa yang ia makan akan keluar dari tubuhnya menjadi kotoran ,apa yang ia pakai akan menjadi rusak ,dan apa yang di sedekahkan akan menjadi kebaikan yang kekal baginya,”                                              
                                                           
                                                        (HR.Muslim  )

Selasa, 30 Oktober 2018

Anjuran Untuk Menahan Anak Keluar Rumah Pada Waktu Menjelang Malam



Anda tau tidak,kenapa saat menjelang malam , 


anda harus menahan anak-anak andauntu keluar d rumah ?

Karena sesungguhnya ketika itu  setan sedang bertebaran .

Ini berarti di khaawatirkan anak-anak di ganggu setan pada waktu tersebut ,karena banyak mereka ketika waktu itu.

Mungkin ada sebagian anak-anak yang nangis pada waktu menjelang malam,ini bisa jadi karena di ganggu oleh setan.


Seperti yang di riwayatkan hadist Bukhori Muslim ,


Berikut ini; 

Sesungguhnya Nabi Mukhammad SAW bersabda,
(HR.Bukhori Muslim)
“Jika malam datang menjelang ,atau kalian berada di sore hari ,maka tahanlah   anak-anak kalian,karena sesungguhnya ketika itu setan sedang bertebaran .
Jika telah berlalu sesaat dari waktu malam ,maka lepaskan mereka.Tutuplah pintu dan berzikirlah kepada ALLAH SWT ,karena sesungguhnya setan tidak dapat membuka pintu yang tertutup .
Tutup pula wadah minuman dan makanan kalian dan berzikirlah kepada ALLAH SWT, walapun dengan sekedar  meletakkan sesuatu diatasnya ,matikanlah lampu-lampu kalian.”

  (HR. Bukhori,Muslim)

Oleh karena itu kita harus menahan anak-anak kita untuk bermain
 pada waktu menjelang malam ,alangkah baiknya anak-anak kita di ajari mengaji pda waktu tersebut.

Maksud menjelang malam disini ialah pada waktu menjelang magrib,bisa tigapuluh atau enam puluh menit  waktu menjelang magrib.

Hukum Pria Memakai Kalung

Laki-laki berkalung Assalamu'alaikum, Maaf, mau tanya, kalau laki'' memakai kalung hukumnya apa ?? Kalung emas / kal...